Peristiwa dibelahnya dada Rasulullah Saw.

 (Peristiwa Dibelahnya Dada Rasulullah Saw.)



Dan telah lewat beberapa mukjizat, pada suatu hari ketika rasulullah berada di padang pasir sedang  bermain bersama Abdullah bin Harits, dia adalah putra Halimah seorang perempuan yang menyusui rasulullah Saw. Dan dia merupakan saudara sepersusuan rasulullah Saw, datanglah dua orang laki-laki yang mengenakan baju putih, kemudian mereka mengambil rasulullah dan membelah perut dan dadanya, dan mengeluarkan  sesuatu yang meyerupai segumpal darah yang berwarna hitam dari hatinya, kemudian mereka membasuh dadanya dengan sesuatu yang menyerupai salju. Kemudian salah satu dari mereka berkata pada yang lain: timbanglah derajat anak ini dengan sepuluh orang dari ummatnya, maka unggullah piringan timbangan rasulullah. Kemudian salah satu dari mereka berkata lagi: timbanglah dengan seratus orang dari ummatnya, maka tetaplah unggul piringan timbangan rasulullah. Kemudian salah satu dari mereka berkata lagi: timbanglah dengan seribu orang dari ummatnya, maka tetaplah unggul piringan timbangan rasulullah. Maka berkatalah malaikat yang telah menyuruh temannya untuk menimbang tadi: demi allah..!, jika engkau menimbangnya dengan semua ummatnya, maka pastilah tetap unggul piringan timbangan rasulullah Saw.


Dan sungguh telah dikatakan: bahwasannya kedua malaikat telah membersihkan hati rasulullah Saw. Dari kerdipan syaitan yang sudah lazim pasti ditemukan disetiap manusia, sedangkan rasulullah ketika itu masih kanak-kanak. dan pada ahirnya buah hasil setelah kejadian tersebut, tidak ditemukan sesuatu apapun dalam hati rasulullah melainkan tauhid (mengesakan Allah Swt.). dan seketika itu juga Abdullah langsung bergegas menghampiri ibu dan ayahnya dalam keadaan cemas, dan dia berkata pada ayah dan ibunya: itu saudaraku yang berbangsa Quraiys telah diambil oleh dua orang laki-laki yang mengenakan pakaian putih, kemudian mereka membelah perut dan dadanya. Maka seketika itu juga keluarlah Halimah dan suaminya dalam keadaan cemas, kemudian mereka temukan rasulullah dalam keadaan berdiri tegak, seakan-akan tidak ada keburukan apapun yang menimpanya. Dan sejak itulah Halimah merasa hawatir akan terjadi sesuatu terhadap rasulullah. Maka dia memutuskan untuk mengembalikannya kepada ibunya. 




(Refrensi: kitab Ta’arraf Ala Habibika Al-Musthafa Saw. Penulis: Syekh Abd. Rohim Mutawalli As-Sya’rowi (putra dari syekh Mutawalli As-Sya’rowi) mengutip dari penjelasan-penjelasan syekh Mutawalli As-Sya’rowi.)



Penerjemah: Zainal Abidin Jailani


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diantara ketampanan nabi Muhammad SAW. dan nabi Yusuf As.

SYAFAAT ROSULULLOH, NABI MUHAMMAD SAW.