Diantara ketampanan nabi Muhammad SAW. dan nabi Yusuf As.

Diantara ketampanan nabi Muhammad saw. dan nabi Yusuf As.



Sebagaimana telah kita ketahui, bahwasannya diantara semua nabi-nabi Allah, hanya dua oranglah yang dipilih Allah dari para nabinya sebagai orang yang memiliki keistimewaan berupa wajah yang tampan. yakni nabi Muhammad SAW. dan nabi Yusuf As. dan sebagaimana yang telah lazim kita ketahui juga, bahwasannya yang paling tampan diantara keduanya adalah nabi Muhammad saw. Karena mengapa? Karena sesungguhnya nabi Muhammad telah diberikan semua ketampanan 0leh Allah swt. sedangkan nabi Yusuf As. Hanya diberikan separuh ketampanan dari pada yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW.

Namun terkadang yang menjadi pertanyaan dalam benak kita adalah, mengapa hanya nabi Yusuf saja yang membuat para wanita terpesona oleh ketampanannya? dan diantara mereka ada siti Zulaikha seorang ratu mesir pada zamannya. Sedangkan hal itu tidak terjadi pada nabi Muhammad SAW.

Maka jawabannya yaitu sebagai berikut: perlu diketahui bahwasannya nabi Yusuf As. Merupakan seseorang yang Diuji oleh allah dengan ketertarikan semua wanita kepadanya dikarenakan ketampanannya, Dan hal itu terjadi sebelum dia diutus menjadi nabi. Sedangkan ketika dia sudah menjadi nabi, hal itu tidak terjadi lagi kepadanya. Sedangkan nabi Muhammad SAW. Walaupun telah dikatakan dalam banyak riwayat bahwasannya beliau adalah orang yang paling tampan diantara semua manusia, namun beliau tidak sampai mendapat fitnah seperti yang telah didapat oleh nabi Yusuf As. 

Lalu kenapa alasannya kok bisa seperti itu? Alasannya yaitu mengacu pada satu kaedah yang menyatakan (اَلْجَلَالُ غَطَّ الْجَمَالَ) yang artinya: (keagungan dapat menutupi keindahan).

Lalu Maksudnya bagaimana? Maksudnya adalah; bahwasannya ketika nabi Yusuf masih muda (belum diutus menjadi nabi), semua wanita memang tertarik dengan ketampanannya, dikarenakan belum terpancarnya keagungan dari sosok nabi yusuf as. Adapun setelah dia diutus menjadi nabi maka usailah fitnah wanita yang telah menimpa dirinya. karena seperti apa yang telah dikatakan kaedah diatas bahwasannya keagungan dapat menutupi keindahan (ketampanan).

Sedangkan nabi Muhammad SAW. Mulai sejak dari sebelum diutusnya beliau menjadi nabi, pribadinya sudah memancarkan semua sifat keagungan dan kemulian, maka hal itulah yang menjadi sebab kenapa ketampanan tidak tampak dari seorang nabi muhammad SAW. Karena pada hakekatnya apa arti dari sebuah ketampanan dibanding dengan kemuliaan dan keagungan.

Imam Muhammad Al-Bushiri menyebutkan dalam kitab burdahnya:

منزه عن شريك في محاسنه   #    فجوهر الحسن فيه غيرمنقسم

Artinya: Beliau nabi Muhammad SAW. Disucikan dari orang yang menyainginya dalam semua keindahannya.

Maka permata keindahan yang ada pada dirinya sama sekali tidak terbagi dengan siapapun jua.


Syaikhul islam Imam Zakariya Al-Anshari menjelaskan dalam kitabnya ketika mensyarahi bait qosidah burdah ini: Yakni ketampanan nabi Muhammad itu tidak terbagi dengan siapapun, memang terkhususkan bagi dirinya saja. Sedangan ketampanan orang lain itu terbagi dengan  yang lainnya juga. contohnya seperti ketampanan nabi yusuf, ketampanannya itu terbagi dengan manusia lainnya. Karena sebagaimana yang telah disebutkan didepan bahwa nabi yusuf hanya diberikan separu ketampanan oleh allah swt. Seperti keterangan yang termaktub pada hadits dalam kitab Shohihnya imam Muslim Ra.


Dan dalam bait yang lain imam Bushiri juga menyebutkan sebuah syair sebagai berikut: 

فان فضل رسول الله ليس له   #    حد فيعرب عنه ناطق بفم

Artinya: Maka sesungguhnya keutamaan Rasulullah itu sungguh tidak ada batasnya, sehingga seseorang yang mampu berbicara bisa menjelaskan secara fashih sifat-sifat yang ada pada dirinya.

Adapun yang dimaksud dari sebagian potong dari bait diataas yang menjelaskan bahwasannya keutamaan Rasulullah itu tidak ada batasnya, yaitu seperti keterangan yang dinuqil oleh imam Al-Bajuri dari seorang Arif billah (orang yang kenal kepada allah) Syekh Ali Wafa ketika beliau menafsiri surat Ad-dhuha ayat keempat وللأخرة خير لك من الأولى 

Yang Artinya: Dan pastinya akhirat itu lebih baik bagimu dari pada dunia.

Beliau menafsiri makna dari ayat tersebut sebagai berikut: Bahwasannya kehidupan di akhirat itu lebih baik bagimu dari pada kehidupan dunia, karena mengapa? Karena  sesungguhnya kelak diakhirat semua kesempurnaan yang dimiliki oleh nabi Muhammad itu jauh lebih meningkat melebihi meningkatnya kesempurnaan tersebut ketika beliau masih berada didunia.

Salah seorang Ulama pernah berkata: Sesungguhnya ketika para pecinta sibuk memuji nabi dengan lisannya, dan begitu pula ketika para pensyair sibuk memuji nabi dengan indah tulisan syairnya, maka sesungguhnya hal itu tidak cukup untuk menshifati keindahan dan kesempurnaan yang terdapat pada diri nabi Muhammad SAW.

Oleh sebab itu, marilah perbanyak memuji nabi Muhammad dengan melantunkan Qasidah dan Syair- syair yang telah ditulis oleh Maddahun (para pemuji nabi muhammad SAW). seperti Qasidah Burdah Barzanji Dsb. Karena pada hakikatnya disamping bisa mendatangkan pahala, memuji nabi merupakan diantara perbuatan yang dapat menggugurkan dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Semoga dengan sepatah dua patah kata yang Al-Faqir tuliskan ini, bisa menambah kecintaan kita kepada beliau nabi pembawa kasih sayang, nabi Muhammad SAW.

اللهم صل على سيدنا محمد   #    وعلى ال سيدنا محمد


Penulis: Zainal Abidin Jailani Al-Bangkalani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SYAFAAT ROSULULLOH, NABI MUHAMMAD SAW.

Peristiwa dibelahnya dada Rasulullah Saw.