(PASANGAN HIDUP YANG IDEAL MENURUT ISLAM)

 (PASANGAN HIDUP YANG IDEAL MENURUT ISLAM)



        


       Islam adalah agama yg sangat adil, dan merupakan agama yg sangat komplit dalam mengatur semua aspek kehidupan para penganutnya.

         Sebagaimana yang telah lazim kita ketahui, bahwasannya dalam agama islam, dalam masalah perjodohan, islam telah mengatur mekanisme bagaimana seorang lelaki bisa mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan tuntunan dari alloh swt melalui rosulnya, sebagaimana yg tidak asing lagi kita dengar, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sahabat abu huroiroh Ra. Yang berbunyi:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهاَ , فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya: wanita itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena nasabnya, karena parasnya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang agamanya baik, niscaya engkau akan selamat.

        Maksud dari hadits di atas memang sangatlah tepat, agama sangat menganjurkan kaum laki-laki untuk memilih kriteria perempuan yg akan ia nikahi dengan empat kriteria tersebut, dan yang lebih diutamakan tentunya adalah perempuan yg memiliki pemahaman agama yang baik.

Namun...!!! pada hakikatnya, dalam hal kriteria cara mencari pasangan hidup, islam juga sangat menganjurkan hal-hal lain yang mungkin tidak umum di dengar oleh banyak orang, diantaranya yaitu: sebelum kaum lelaki menikah, islam memerintahkan agar dia memeriksa/meneliti terlebih dahulu bagaimana watak dari si calon wanita dan keluarganya, seperti yang telah disabdakan oleh nabi muhammad saw. :

فَتِّشُوْا فَإِنَّ الْعِرْقَ دَسَّاسٌ

Artinya: selidikilah (telitilah) wanita yang akan kamu nikahi, karena watak dari orang tua itu akan turun kepada anaknya.

Maksud dari hadits diatas adalah, bagi para kaum adam, ketika dia hendak menikah, maka telitilah dulu perempuan yang akan dia nikahi sebelum ia menikahinya. Ya..!! memang benar, bisa jadi dia berasal dari keluarga yang kaya raya, atau dia catik parasnya, bagus nasab keturunannya, atau bahkan dia merupakan wanita yg memiliki wawasan luas dalam agama. tapi tidak menutup kemungkinan bahwasannya wataknya tidak sebaik seperti apa yang kita lihat dan kita ketahui tentang dirinya, dan mungkin dalam sebuah keadaan, suatu saat dia akan kembali pada fitrah wataknya yang asli. Semisal, ayahnya, ibunya, atau kakeknya, merupakan orang yang memiliki watak yang kurang baik, seperti suka membicarakan keburukan orang yg mereka benci, atau semacamnya. maka sifat tersebut pasti menurun pada anak keturunannya. kenapa kok bisa seperti itu?, karena pada hakikatnya merujuk pada hadits diatas ada sebuah kaidah yang mengatakan الطببيعة غالبة على التطبع  (tabiat yang menurun dari  keluarga itu pasti mengalahakan watak-watak/ sifat-sifat yang baru datang) seperti baik, sopan dan sebagainya.  sehingga kalau hal itu sudah terjadi, maka hanya penyesalanlah yang akan kita dapatkan setelah pernikahan, dan tidak menutup kemungkinan juga menjadi sebab keretakan bahkan sampai rusaknya hubungan pernikahan kita. maka dari itu islam sangatlah bijak dalam memerintah kita untuk meneliti terlebih dahulu berasal dari keluarga yang seperti apakah perempuan yang akan kita nikahi.


Selain dari itu, islam juga sangat menganjurkan adanya rasa saling kenal dan saling mencintai di antara dua belah pihak sebelum berlanjut ke jenjang pernikahan. Dalam islam istilah cinta bukan hanya semata timbul dari perasaan yg dirasakan oleh hati ketika kita melihat seseorang dari luarnya saja, namun lebih dari pada itu, yaitu  perasaan nyaman dan tenang yang dirasakan oleh jiwa (ruh) ketika kita bertemu atau dihadapkan dengan orang yang kita cintai. Lalu apa tujuan islam menganjurkan seseorang harus saling mencintai sebelum dia melanjutkan ke jenjang pernikahan?, jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah, karena hal yang sedemikian dapat menjaga kelanggengan eratnya ikatan pernikahan diantara kedua pasangan setelah menikah. Beda halnya dengan sebuah ikatan pernikahan yang merupakan buah hasil dari perjodohan, yang mungkin tak jarang, bahkan banyak yang berakhir dengan kata perpisahan (perceraian). Yang mana anjuran yang terakhir ini berdalil pada hadits rosululloh saw. Yang berbunyi:

اَلْأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا اِئْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اِخْتَلَفَ

Artinya: ruh-ruh adalah seperti pasukan tentara yang tersusun. Apabila mereka saling mengenali, maka mereka akan bersatu. Dan apabila mereka saling memungkari, maka mereka akan bercanggah (antara satu sama lain). (HR. Bukhori Muslim).


Kesimpulannya adalah, dalam tatacara mencari pasangan hidup yang tepat dalam islam, itu bukan hanya terfokus pada empat perkara saja, namun sangat penting juga untuk memperhatikan dua perkara lainnya: pertama meneliti seperti apa watak dari keluarga dari calon pasangan hidup kita. dan yang kedua adalah, adanya rasa saling mencintai diantara kita dan calon pasangan hidup kita.

        Mungkin hanya ini saja sepatah dua patah kata yang bisa kami uraikan mengenai langkah-langakah memilih pasangan hidup dalam pernikahan.walaupun hanya sedikit semoga ada manfaatnya. Amin.


                                          Zainal Abidin Jailani

 Darbul Ahmar Cairo, Jum’at 10 juni 2022 M.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diantara ketampanan nabi Muhammad SAW. dan nabi Yusuf As.

SYAFAAT ROSULULLOH, NABI MUHAMMAD SAW.

Peristiwa dibelahnya dada Rasulullah Saw.