ALASAN ALLAH MEMILIH NABINYA DARI ORANG YANG UMMI (TIDAK BISA MEMBACA DAN MENULIS)

 ALASAN ALLOH MEMILIH NABINYA DARI ORANG YANG BERSIFAT UMMI (TIDAK BISA MEMBACA DAN MENULIS).


Karena apa Alloh memilih nabi Muhammad sebagai nabinya? Padahal dia adalah orang yang Ummi.







Imam Asy-Sya’rowi Ra. berkata:

Sebelum menurunkan wahyu kepada rosululloh Saw. Alloh Swt. menjauhkan setiap sifat Syubhat Basyariyah (keserupaan dengan manusia) dari diri rosululloh Saw. yakni semisal seperti contoh bahwasannya wahyu yang akan diterima oleh nabi Muhammad kemungkinan adalah ilmu yang manusiawi, baik itu berupa budaya ummat-ummat yang terdahulu, atau mungkin ilmu yang di baca dari kitab-kitab dan sebagainya.

Oleh karena itu, Alloh memilih nabinya (nabi Muhammad) yang Ummi. Makna Ummi sendiri adalah: keberadaannya yaitu sebagaimana dia dilahirkan oleh ibunya (tidak belajar ilmu dari manusia). dan sifat Ummi ini merupakan kemuliaan bagi Rosululloh Saw. kenapa kok sedemikian?..Alasannnya yaitu karena Alloh Swt. yang mana telah memilihnya sebagai ahir dari para utusannya ingin mengajarinya dengan dzatnya sendiri, dan alloh menginginkan agar rosululloh tidaklah mempelajari ilmu melaikan ilmu Samawi (ilmu dari aloh swt.). Oleh karena itu alloh menjadikannya sebagai orang yang Ummi, dan hal itu juga merupakan indahnya pengaturan Allah dalam mengutus nabi Muhammad Saw.

Maka jika seandainya rosululloh itu bisa membaca dan menulis, maka orang-orang kafir pada masa itu pasti akan berkata bahwasannya Nabi mengambil ilmu (Wahyu) dari apa yang telah ia baca, atau mengambil ilmu dari kitab-kitab orang terdahulu, atau dari budaya-budaya ummat pada masa itu. Oleh karena itu, Allah menjadikannya tumbuh besar sebagai orang yang ummi, sehingga semua orang akan tau bahwasannya semua ilmu yang dimiliki oleh rosululloh adalah ilmu yang datang dari langit. Hanya saja pemilihan alloh peserta hikmah yang terkandung di dalamnya ini telah dilupakan oleh orang-orang kafir, dan mereka mengakui bahwasannya Rosululloh itu diajari oleh sesama manusia. dan juga mereka mengakui bahwasannya  rosul mendapat ilmu tersebut dari mitos yang dibuat oleh orang-orang terdahulu.

Maka Alloh menolak pengakuan (perkataan) mereka, Dan menyebutkan Mukjizat keummian yang dimiliki oleh Rosululloh Saw melalui firmannya.  Alloh Swt berfirman:

وَمَا كُنْتَ تَتْلُوْ مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِيْنِكَ إِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُوْنَ

Artinya: Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab sebelum (Al-Qur’an) dan engkau tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; Sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscaya ragu orang-orang yang mengingkarinya. ( QS. Al ‘Ankabut:Ayat 48)

Jadi Alloh Swt. memalingkan semua sifat Basyariyah dari nabi Muhammad, sehingga Allah menjadikannya sebagai orang yang ummi, Sehingga dengannya Allah menolak atas pengakuan orang-orang yang berkata bathil dan yang memusuhi keimanan, yang mana mereka  berkata bahwasannya Rosululloh mendapatkan Al-Qur’an dari hasil belajarnya sendiri. Oleh karena itu Alloh berkata pada Rosululloh: Jika seandainya engkau pernah membaca atau menulis sebelum datangnya Nubuwah kepadamu, Maka bisa jadi itu menjadi Hujjah (Dalil) bagi mereka orang-orang yang berkata bathil untuk mengatakan bahwasannya Al-Qur’an ini adalah sesuatu yang dihasilkan oleh dirimu sendiri. Tapi kenyataannya engkau tidak pernah membaca dan menulis, dan engkau tidak pernah membaca dan menulis satu kalimat pun dalam hidupmu sebelum datangnya Risalah. Jadi..!!, Hujjah-Hujjah yang mereka lontarkan, itu semuanya bathil dan tidak ada sanadnya, baik secara hak atau hakikat. bahkan tak lain itu hanyalah bentuk penentangan karena ketidak imanan mereka, dan juga sebagai Hujjah bagi kekufuran mereka. Adapun Hujjah mereka, itu di tolak. dan dalam hal itu Allah berfirman kepada nabinya untuk menolak pengakuan-pengakuan mereka (orang orang ahli bathil):

قُلْ لَّوْ شَاءَ اللهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَىكُمْ بِهِ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيْكُمْ عُمْرًا مِّنْ قَبْلِهِ أَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

Artinya: Katakanlah (Muhammad), “ Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Alloh tidak (pula) memberitahukannya kepadamu.” aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya (sebelum turun Al-Qur’an). Apakah kamu tidak mengerti? (QS.Yunus:Ayat 16).

Dan begitu juga Allah juga menuntut kepada Rosululloh untuk menolak pengakuan mereka dan berkata; Bahwasannya dia telah hidup bersama mereka selama 40 tahun (yakni waktu yang lama), dan tidak pernah berkata kepada mereka bahwasannya dia telah diberi Wahyu. Jika seandainya mereka mau berfikir dengan akal mereka tentang seberapa lama masa Rosululloh hidup bersama mereka sebelum diberi wahyu, dan mereka tidak mengaku-ngaku perkataan bathil apapun, maka hal itu sudah cukup bagi mereka untuk bisa membenarkan Rosululloh Saw.

Dan ketika ada orang mengatakan: Bahwasannya pengetahuan nabi itu merupakan kejeniusan yang boleh jadi tampak pada seorang hamba dari beberapa hamba Alloh, kendatipun dia tidak pernah belajar dan membaca.

Maka saya jawab: Kejeniusan yang macam apa ini?, yang mana kejeniusan ini tampak tiba-tiba pada saat umur empat puluh tahun. sedangkan kejeniusan dan keistimewaan, itu biasanya tampak pada usia muda, dan tidak menunggu sampai semacam umur empat puluh tahun ini. Maka ketika di katakan: boleh jadi kejeniusan dan keistimewaan itu tampak pada usia muda, namun kemudian disimpan oleh rosululloh sampai umur beliau mencapai empat puluh tahun. Maka saya jawab: Siapa yang memberi tahu nabi Muhammad bahwasannya dia akan hidup sampai umur empat puluh tahun?, Sedangkan dia melihat ayahnya telah meninggal sebelum iya dilahirkan, dan ibunya meninggal ketika iya masih kanak-kanak, kemudian dia tumbuh besar dalam keadaan yatim piatu. Maka setiap peluang hidupnya, Bahwasannya kematian itu bisa merenggut manusia pada saat usia muda, sebagaimana telah merenggut ayah dan ibunya. Maka apakah nabi itu menyimpan kejeniusannya hingga sampai umur empat puluh tahun?, Andai kata bahwa ayah dan ibu nabi itu merupakan manusia yang paling membela dan besar pengaruhnya dalam hidup nabi, Maka niscaya mereka akan tetap hidup sampai umur enam puluh atau empat puluh tahun. Maka pastinya saya akan menjawab bahwasannya hal itu merupakan peluang nabi bisa hidup sebagaimana kedua orang tuanya hidup. Namun kematian dini ini selamanya tidak menghilangkan rasa percaya diri nabi bahwasannya dia akan bisa hidup mencapai umur empat puluh tahun.

Dan begitu juga sifat Ummi ini menjadi kemuliaan bagi Rosululloh Saw, dan menjadi keharusan untuk menolak pengakuan orang-orang yang berkata bathil, dan juga menjadi sesuatu yang meyakinkan hati orang-orang yang beriman. karena sesungguhnya setiap sesuatu yang dibawa oleh Rosululloh itu tiada lain  adalah wahyu yang turun dari Allah Swt.

Dan sifat Iradat Alloh telah menghendaki nabi Muhammad untuk tumbuh besar dalam keadaan yatim, Sehingga tidak bisa dikatakan bahwasannya dia mempergunakan kekuasaan Ayahnya, atau bersandar pada kekuasaan selain kekuasaan Allah. Dan dia juga merupakan seorang bayi, dan ibunya akan menyusukannya kepada orang yang mengambil jasa menyusui, Sehingga dia tumbuh di sebuah desa di pedalaman sebagai anak yang kuat. dan akan datang sekelompok perempuan dari  desa pedalaman untuk memilih bayi yang akan mereka susui, dan mereka akan memilih bayi yang masih memiliki Ayah, sekiranya bisa memberikan suatu pemberian  sebagai upah bagi mereka. Saya temui bahwasannya tidak ada satupun dari orang perempuan kecuali rosululloh diajukan kepadanya untuk disusui. kemudian ketika diucapakan kepadanya bahwasannya nabi adalah anak yang telah Yatim, Maka mereka menolak untuk mengabilnya. karena sesungguhnya setiap satu persatu dari mereka menginginkan harta dari ayah bayi yang mereka susui. maka ketika dia tahu bahwasannya nabi adalah bayi yang telah yatim, maka dia langsung berpaling dari nabi. kecuali hanya satu wanita saja, yaitu Halimah As-Sa’diyah, yang mana dia termasuk sebagian dari kelompok wanita yang menjadi juru menyusui, namun dia tidak menemukan bayi untuk dia susui. Dan ketika dia mengetahui bahwasannya dirinya adalah satu-satunya perempuan yang tidak berhasil untuk mendapatkan bayi untuk dia susui, Maka dia berkata: Demi Allah..!! Sesungguhnya aku tidak suka jika diantara sahabat-sahabatku, hanya aku sendirilah yang kembali dengan tanpa membawa bayi untuk aku susui. Demi Alloh..!!, Sungguh aku akan pergi ke anak yatim itu, dan sungguh aku akan mengambilnya, semoga alloh mejadikan keberkahan bagiku sebab anak yatim itu. dan Halimah berkata; Dan tidaklah mendorongku untuk mengambilnya kecuali dikarenakan tidak adanya bayi lain yang akan aku susui. dan halimah mengambil bayi yang telah yatim, kemudian rumahnya menjadi penuh dengan berkah sebab hadirnya anak yatim tersebut, dan hewan ternaknya pun menemukan rerumputan, kemudian memakannya dan menjadi besar dan gemuk. Sedangkan hewan ternak orang lain semuanya tidak ada yang menemukan rerumputan sama sekali di bumi Bani Sa’ad yang gersang. dan kambing-kambing Halimah ketika itu bisa menghasilkan susu yang berlimpah dari hasil perahannya, sedangkan kambing-kambing orang lain, setetes pun tidak menghasilkan susu dari perahannya. Sehingga semua orang pada zaman itu sama-sama berkata kepada pengembala suruhannya; Mengembalalah kalian di suatu tempat,  yang mana kambing halimah di kembalakan disana.


(Refrensi: Kitab Ta’arrof ‘Ala Habibikal Musthofa Saw. Hal. 51-53. Karya Syekh Mutawalli Asy-Sya’rowi)



Penerjemah: Zainal Abidin Jailani

Darbul Ahmar Cairo, 11 Juli 2022 M.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diantara ketampanan nabi Muhammad SAW. dan nabi Yusuf As.

SYAFAAT ROSULULLOH, NABI MUHAMMAD SAW.

Peristiwa dibelahnya dada Rasulullah Saw.