LUPA ADALAH NIKMAT
Lupa (نسيان)
Manusia dalam bahasa arabnya yaitu (إنسان) yang diambil dari kata نسي
Ulama berkata:
ما سمي الإنسان بالإنسان إلا لنسيانه، وما سمي القلب بالقلب إلا لانقلابه
Manusia tidaklah dinamai dengan إنسان kecuali karena sifat lupanya
Begitu pula hati, tidak dinamai dengan قلب kecuali karena berbolak-baliknya
Dan tahukah kita bahwasannya sifat lupa itu adalah nikmat besar dari Allah SWT.?
Ya..! Memang benar, sesungguhnya sifat lupa pada hakikatnya adalah nikmat besar yang telah Allah berikan kepada manusia.
Lah...! Kenapa kok bisa demikian?
Karena salah seorang ulama pernah berkata:
النسيان نعمة فلولاه ما نسي خليل خليلا
Sifat lupa adalah nikmat besar dari Allah, maka seumpama tidak ada sifat lupa, niscaya seorang kekasih tak akan pernah bisa melupakan kekasihnya.
Sekarang cobak kita bayangkan, semisal ada seorang anak, ayahnya meninggal dunia, apakah dia akan terus memikirkannya? Apakah rasa kehilangan akan terus tertanam dalam fikirannya? Maka jawabannya tentu saja tidak, karena Allah memberikan dia sifat lupa, yang mana itu menjadi obat bagi rasa kehilangannya, buktinya dia masih bisa menjalani hidup dengan normal, bisa tertawa dan sebagainya, selepas sepeninggalan ayahnya, walaupun toh.. pada hakikatnya rasa kehilangan itu tidak hilang secara total.
Apakah dengan ini kita tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.?
فاعتبروا يا أولى الأبصار.
*Di nuqil dari penjelasan Syaikh Al-sadat Asyafi'iyyah
Al-Allamah Syekh Abd. Aziz Asy-syahawi.
Katib: Zainal Abidin Jailani

Komentar
Posting Komentar